Senin, 25 Februari 2013

AKBP MP Nainggolan Perwira Humas Polda Sumut Pukul Wartawan


 Tindakan oknum polisi melakukan tindak kekerasan kepada wartawan. Seperti yang dilakukan oleh AKBP MP Nainggolan salah seorag perwira Polda Sumut yang menjabat sebagai Kasubdid Pengolaan Data Dan Informasi (PID) Polda Sumut. Perwira yang sehari-hari sering dikonfirmasi wartawan yang ngepos di Polda Sumut ini siang tadi dikabarkan melakukan pemukulan terhadap  Achmad Romeo wartawan koran harian Metro 24 Jam yang meliput di Polda Sumut.

wartawan tersebut ketika mengkonfirmasi kasus dana kas Lantas Padang Sidempuan yang raib sebesar Rp1,7 miliar, AKBP MP Nainggolan terlihat emosi dan kelang kemudian malakukan pemukulan kepada Ahmad Romeo.

Ahmad Remeo, saat dikonfirmasi AKBP MP Nainggolan terlihat marah- marah, mengancam dan kemudian melakukan pemukulan kepada dirinya.

"Pertanyaanmu itu menjengkelkan,ku tempeleng juga kau nanti. Yang dibawa lari itu uang orang tapi dia gak mengadu,apa urusanmu?, Kasusnya pun sudah lama, kau lama-lama menjengkelkan juga,kupukul kau nanti , " ujar Achmad menirukan ucapan AKBP MP Nainggolan. Dan selang berapa saat kata Achmad  Romeo, mantan Kapolres Nias ini langsung memukul dirinya ini sambil mengusir keluar ruangannya.

Lanjut Achmad Romeo terkait kejadian yang menimpanya, pihaknya bersama pihak didampingi pimpinannya akan membuat oengaduan ke Reskrim  dan Propam Polda Sumut besok. " Saya didampingi pihak perusahaan besok rencana mengadu ke Polda," ujar Achmad Romeo.

Sabtu, 08 Desember 2012

Selamat jalan Faham Nasionalis di Indonesia


Ketika keluar pengumuman Verivikasi Faktual partai politik baru-baru ini partai PNI adalah salah satu partai politik yang tidak lolos verifikasi katanya
Kenapa ya  Faham Nasionalis jangan ada di Indonesia kata Albertus Hutabarat Ketua LSM PPNI (Pemuda Penegak Nasionalis Indonesia) pada media online ini.

 

Padahal Partai  Nasional Indonesia (PNI) adalah sangat punya andil besar dalam memerdekakan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945
Partai ini didirikan oleh Ir Sukarno Bapak Proklamator kita yang beliau mengutamakan faham nasionalis yang artinya hasil kekayaan bangsa Indonesia untuk Indonesia sendiri bukan untuk keuntungan bangsa lain

Waktu itu kita masih dijajah Belanda Ir Sukarno mendirikan partai PNI dengan idiologi nasionalis .Kita miskin karena kita dijajah Belanda dan hasil bumi kita dibawa kenegeri Belanda .Coba kita merdeka semua hasil bumi kita niklmati.Dan semua pejabat bangsa Indonesia wah betapa enaknya .Idiologi Nasionalis inilah salah satu yang membuat Indonesia merdeka lepas dari penjajahan Belanda dan kita berhasil.

 

Aneh memang ketika Suharto dizaman orde baru partai ini dilarang ikut pemilu harus berfusi dengan      Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.menjadi partai demokrasi Indonesia (PDI)

Kalau tidak ada faham Nasionalis mana mingkin bias kita rebut Irian Jaya yang sekarang namanya Papua,dari Belanda ,Kalau tidak ada faham Nasionalis mana ada Perusaha BUMN di Indonesia Seperti PT Pertamina ,PT Kereta Api ,PTPN ,dan lainya .

Ketika reformasi bergulir muncul  Partai Nasional Indonesia - Supeni,Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis,Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen dan ketiganya punya wakil di DPR RI. Tapi dengan beberapa taktik dari orang-orang bekas rezim orde baru mengeluarkan undang-undang pada pemili 2004 tinggallah partai Partai Nasional Indonesia Marhaenisme ada yang takut sekali dengan faham Sukarno .Ada yang ingin faham Nasionalis jangan lagi muncul di Indonesia dan harus tenggelam

Apasih yang sudah di buat Partai Demokrat di negara ini.Selamat jalan faham Nasionalis di Indonesia