Sabtu, 08 Desember 2012

Selamat jalan Faham Nasionalis di Indonesia


Ketika keluar pengumuman Verivikasi Faktual partai politik baru-baru ini partai PNI adalah salah satu partai politik yang tidak lolos verifikasi katanya
Kenapa ya  Faham Nasionalis jangan ada di Indonesia kata Albertus Hutabarat Ketua LSM PPNI (Pemuda Penegak Nasionalis Indonesia) pada media online ini.

 

Padahal Partai  Nasional Indonesia (PNI) adalah sangat punya andil besar dalam memerdekakan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945
Partai ini didirikan oleh Ir Sukarno Bapak Proklamator kita yang beliau mengutamakan faham nasionalis yang artinya hasil kekayaan bangsa Indonesia untuk Indonesia sendiri bukan untuk keuntungan bangsa lain

Waktu itu kita masih dijajah Belanda Ir Sukarno mendirikan partai PNI dengan idiologi nasionalis .Kita miskin karena kita dijajah Belanda dan hasil bumi kita dibawa kenegeri Belanda .Coba kita merdeka semua hasil bumi kita niklmati.Dan semua pejabat bangsa Indonesia wah betapa enaknya .Idiologi Nasionalis inilah salah satu yang membuat Indonesia merdeka lepas dari penjajahan Belanda dan kita berhasil.

 

Aneh memang ketika Suharto dizaman orde baru partai ini dilarang ikut pemilu harus berfusi dengan      Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan juga dua partai keagamaan Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik.menjadi partai demokrasi Indonesia (PDI)

Kalau tidak ada faham Nasionalis mana mingkin bias kita rebut Irian Jaya yang sekarang namanya Papua,dari Belanda ,Kalau tidak ada faham Nasionalis mana ada Perusaha BUMN di Indonesia Seperti PT Pertamina ,PT Kereta Api ,PTPN ,dan lainya .

Ketika reformasi bergulir muncul  Partai Nasional Indonesia - Supeni,Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis,Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen dan ketiganya punya wakil di DPR RI. Tapi dengan beberapa taktik dari orang-orang bekas rezim orde baru mengeluarkan undang-undang pada pemili 2004 tinggallah partai Partai Nasional Indonesia Marhaenisme ada yang takut sekali dengan faham Sukarno .Ada yang ingin faham Nasionalis jangan lagi muncul di Indonesia dan harus tenggelam

Apasih yang sudah di buat Partai Demokrat di negara ini.Selamat jalan faham Nasionalis di Indonesia   

Minggu, 02 Desember 2012

Ketua BPKN :Effendy Simbolon Jangan Asal Bicara Korupsi


 
Ketua BPKN (Badan Penyelamat Kekayaan Negara )Prov Sumut Drs TR Girsang setelah membaca harian Analisa terbitan  27 November halaman 15 dengan judul “Cagubsu Effendy MS Simbolon ,30 persen APBN dan APBD dikorupsi “ maka kami menangapi .
Dalam rangka upaya bangsa indonesia untuk memberantas korupsi ,saudara effendy Simbolon menegeluarkan statemen bahwa korupsi di seluruh Indonesia dan Sumatera Utara sudah merajalela.
Sebagai calon Gubsu,kesempatan ini sudah menjadi bukti ,Apabila sdr Effendy Simbolon dapat dipilih rakyat sebagai Gubernur Sumatera Utara,maka beliau mampu memberantas korupsi tersebut ,shingga dana-dana APBN  dan APBD dapat dijamin tidak dikorupsi lagi
 
Sekarang timbul pertanyaan ,apakah statemen tersebut benar –benar ataun hanya sebagai “ thing are not they seem” (patamorgana)?perlu dikaji untuk dapat dirumuskan
Sebagai anggota DPR ,tentu beliau memiliki bukti-bukti tentang keterlibatan banyaknya pejabat Negara yang terlibat korupsi ,dan sekarang kenapa beliau tidak berani mengungkap dan melaporkan kepada yang berwajib selama ini dan andaikan apa yang dikatakan beliau salah,kenapa beliau kotori pilkada bersih.
Sebagai satu organisasi resmi Badan Penyelamat Kekayaan Negara Provinsi Sumatera Utara menyempaikan protes sejauh mana saudara Effendy Simbolon bertanggung jawab atas Statemen tersebut ,apakah itu statement pribadi ,Partai atau hanya sebagai calon gubsu ?
Kalau hanya 30%dari APBN 2011-2012 katakanlah Rp 1.700.000.000.000.000,- maka yang dikorupsi  Rp 550.000.000.000.000,-
Tolong dijelaskan siapa- siapa yang terlibat mengkorupsi dana –dana tersebut ,kalau beliau tidak sangup menjelaskan ,maka beliau telah menghakimin pejabat Negara dengan sangat keji dan kejam ,akan tetapi bila beliau ikut sebagai seorang calon Gubernur dalam pilkada Sumut ,harap dijelaskan siapa-siapa yang terlibat
Mungkin juga beliau sudah melanggar aturan kampanye terselubung dan ini perlu diperhatikan KPU Sumatera Utara
Mengingat tulisan Analisa diatas belum kami konfirmasi kepada Analisa ,maka kesempatan ini kami tanya,apakah tulisan ini karangan wartawan Analisa atau berita tersebut datang dari hasil suara Effendy Simbolon